Kajian Kebudayaan Manusia Jaman Pascamodern

Kajian Kebudayaan Manusia Pascamodern

 

Nama             : Endra purnawan

Kelas              : 1ID01

NPM               : 32412501

A. Pengertian Pascamodern

Istilah pascamodern telah digunakan dalam banyak bidang kehidupan dengan gencar. Istilah ini banyak dibicarakan orang, namun dengan persepsi yang berbeda-beda. Ia digunakan orang di berbagai bidang dengan mencengangkan, namun maknanya menjadi kabur.

Istilah pascamodern digunakan dalam bidang musik, seni rupa, fiksi, drama, fotografi, arsitektur, kritik sastra, antropologi, sosiologi, geografi dan filsafat.

Istilah pascamodern muncul pertama kali di wilayah seni. Menurut Hassan dan Jencks istilah ini pertama-tama dipakai oleh Federico de Onis pada tahun 1930-an dalam karyanya, Antologia de la Poesia Espanola a Hispanoamericana, untuk menunjukkan reaksi yang muncul dari dalam modernisme. Kemudian di bidang historiografi oleh Toynbee dalam A Study of History (1947).

Di sini istilah itu merupakan kategori yang menjelaskan siklus sejarah baru yang dimulai sejak tahun 1875 dengan berakhirnya dominasi Barat, surutnya individualisme, kapitalisme dan Kekristenan, serta kebangkitan kekuatan budaya non Barat. Disinggung pula di sana tentang pluralisme dan kebudayaan dunia, hal-hal yang masih esensial dalam pengertian tentang pascamodern masa kini.

Dalam bidang sosial ekonomi istilah pascamodern diartikan sebagai kian berkembangnya kecenderungan-kecenderungan yang saling bertolak belakang, yang bersama dengan makin terbebasnya daya-daya instingtif dan kian membumbungnya kesenangan dan keinginan, akhirnya membawa logika modernisme ke kutub terjauhnya. Itu terjadi terutama melalui intensifikasi ketegangan-ketegangan struktural masyarakat.

Di bidang kebudayaan, pascamodern diartikan sebagai logika kultural yang membawa transformasi dalam suasana kebudayaan umumnya. Pascamodern dimulai dalam tahapan dengan kapitalisme pasca Perang Dunia kedua. Pascamodern muncul berdasarkan dominasi teknologi reproduksi dalam jaringan global kepitalisme multinasional kini.

Istilah pascamodern di bidang filsafat menunjuk pada segala bentuk refleksi kritis atas paradigma-paradigma modern dan atas metafisika pada umumnya.

Di bidang kemasyarakatan (sosiologi) secara umum pascamodern diartikan sebagai pola pikir manusia yang bergeser dari masyarakat industri menjadi masyarakat informasi.

B. Sebab-Sebab Timbulnya Pascamodern

Era pascamodern muncul dengan sendirinya. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi pemunculannya. Secara ringkas faktor-faktor itu dapat disebutkan antara lain:

1. Pandangan Dualistis

Telah tumbuh subur pandangan dualistis yang membagi seluruh kenyataan menjadi subjek dan objek, spiritual material, manusia dunia, dan sebagainya. Hal ini telah mengakibatkan objektivisasi alam secara berlebihan dan pengurasan alam semena-mena. Akhirnya mengakibatkan krisis ekologi.

2. Pandangan Modern

Pandangan modern yang objektif dan positif akhirnya cenderung menjadikan manusia seolah objek juga, dan masyarakat pun di rekayasa bagaikan mesin saja.

3. Krisis Moral dan Religi

Dalam modernisme ilmu-ilmu positif empiris mau tak mau menjadi standar kebenaran tertinggi. Akibat dari hal ini adalah bahwa nilai-nilai moral dan religius kehilangan wibawanya. Alhasil timbullah disorientasi moral religius, yang pada gilirannya mengakibatkan pula meningkatnya kekerasan, keterasingan, depresi mental, dan sebagainya.

4. Materialisme

Bila kenyataan terdasar tak lagi ditemukan dalam religi, maka materilah yang mudah dianggap sebagai kenyataan terdasar. Materialisme ontologis ini didampingi pula dengan materialisme praktis, yaitu bahwa hidup pun menjadi keinginan yang tak habis-habisnya untuk memiliki dan mengontrol hal-hal material. Dan aturan main utamanya tak lain adalah survival of the fittest, atau dalam skala lebih besar, persaingan pasar bebas. Etika persaingan dalam mengontrol sumber-sumber material inilah yang merupakan pola perilaku dominan individu, bangsa dan perusahaan-perusahaan modern.

5. Militerisme

Oleh sebab norma-norma religius dan moral tak lagi berdaya bagi perilaku manusia, maka norma umum objektif pun cenderung menghilang. Akibatnya, kekuasaan yang menekan dengan ancaman kekerasan adalah satu-satunya cara untuk mengatur manusia. Ungkapan paling gamblang adalah militerisme dengan persenjataan nuklirnya. Meskipun demikian, perlu juga dicatat bahwa religi dapat menjadi alat legitimasi militerisme.

6. Bangkitnya Tribalisme

Telah muncul kecenderungan dalam masyarakat mentalitas yang mengunggulkan suku dan kelompok sendiri (tribalisme). Ironinya setelah perang dingin berlalu, agama menjadi kategori identitas penting yang cenderung mendukung kelompok-kelompok yang saling bertengkar, yang pada gilirannya justru mendukung tribalisme itu sendiri.

C. Berbagai Aliran Gerakan Pascamodernisme

Munculnya pascamodernisme dilandasi oleh beragam aliran pemikiran. Keragaman gerakan ini barangkali bisa dimasukkan ke dalam tiga kategori. Namun kategori ini tidak bisa dilihat secara ketal, sebab ia dimaksudkan hanya sebagai alat bantu untuk melihat aneka gerakan itu secara lebih jernih dan global.

Kategori pertama, pemikiran-pemikiran dalam rangka merevisi kemodernan itu cenderung kembali ke pola berpikir pramodern. Sebutlah misalnya ajaran yang biasa menyebut dirinya New Age. Mungkin bisa pula dimasukkan di sini pemikiran-pemikiran yang mengkaitkan diri dengan wilayah mistik.

Kedua, pemikiran-pemikiran yang terkait erat pada dunia sastra dan banyak berurusan dengan persoalan linguistik. Kata kunci yang populer untuk kelompok ini adalah dekonstruksi. Mereka cenderung hendak mengatasi pandangan dunia (worldview) modern melalui gagasan yang anti pandangan dunia sama sekali. Mereka mendekonstruksi atau membongkar segala unsur yang penting dalam sebuah pandangan dunia, seperti diri, Tuhan, tujuan, makna, dunia nyata, dan sebagainya. Awalnya strategi dekonstruksi ini dimaksudkan untuk mencegah kecenderungan totalitarianisme pada segala sistem, namun akhirnya cenderung jatuh ke dalam relativisme dan nihilisme.

Ketiga, pemikiran yang hendak merevisi modernisme tidak menolak modernisme itu sendiri secara total, melainkan dengan memperbarui premis-premis modern di sana sini. Mereka tidak menolak sains pada dirinya sendiri, melainkan hanya sains sebagai ideologi atau saintisme saja di mana kebenaran ilmiahlah yang dianggap kebenaran yang paling sahih. Mereka tetap mengakui sumbangan besar modernisme bagi hidup manusia umumnya, seperti terangkatnya rasionalitas, kebebasan, pentingnya pengalaman, dan sebagainya. Mereka merumuskan secara baru rasionalitas, emansipasi, objektivitas juga kebenaran. Istilah dialog” dan “konsensus” menjadi kata kunci, seperti halnya juga inter subjektivitas, pemanduan horizon-horizon, komunikasi, dan sebagainya.

D. Karakteristik Masyarakat Pascamodern

Dewasa ini telah terjadi pergeseran yang cepat dari masyarakat industri menuju masyarakat informasi yang menuntun kepada pergeseran dalam pola berpikir manusia.

Beberapa ciri corak hidup dan pola pikir masyarakat pascamodern antara lain:

1. Manusia dipandang sebagai makhluk terpecah. Tidak ada kebenaran padanya; yang ada hanya kebenaran individu yang merupakan pilihan individualis untuk diikutinya.

2. Pascamodern menempatkan akal manusia mengambang dan tidak lagi berkuasa. Banyak kebenaran dapat diikuti dan dipercayai sekalipun saling bertentangan.

3. Dalam pandangan pascamodern tentang teknologi menciptakan masalah untuk ditanganinya sendiri. Tidak ada alasan untuk merasa bahwa masa depan akan lebih cerah dari sekarang.

4. Pascamodern melihat agama-agama memiliki kebenaran sendiri yang harus diterima sama seperti yang lain. Agama dan kebudayaan yang beragam harus dihargai karena memiliki keunikan masing-masing.

5. Kehidupan masyarakat perkotaan akan semakin sekular, individualistis dan materialistis, tetapi mereka cenderung mencari kelompok-kelompok “primordial”.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s