Hak Merek

Nama              : Endra Purnawan

NPM               : 32412501

Kelas               : 2ID02

Mata Kuliah  : Hukum Industri (softskill)

Dosen              : Yuyun Yuniar

 

HAK MEREK

1.1   Latar Belakang

Merek adalah suatu “tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa. Dalam pasal 1 butir 1 Undang-Undang Merek 2001 diberikan suatu definisi tentang merek yaitu tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsure-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. Selain menurut batasan juridis beberapa sarjana ada juga memberikan pendapatnya tentang merek, yaitu:

Selain menurut batasan juridis beberapa   sarjana ada juga memberikan pendapatnyatentangmerek,yaitu:

1. H.M.N.PurwoSutjipto,S.H., memberikanrumusanbahwa,

Merekadalahsutau tanda,denganmanasuatubendatertentudipribadikan,sehingga dapatdibedakandenganbendalainyang sejenis.

2. Prof. R.Soekardono,S.H.,mmeberikanrumusanbahwa,

Merek adalah sebuahtanda (Jawa: siri atau tengger) dengan mana dipribadikan sebuah barang tertentu, di mana perlu juga dipribadikan asalnya barang atau menjaminkualitasbarangdalamperbandingan denganbarang-barangsejenisyang dibuatataudiperdagangkanolehorang-orangataubadan-badanperusahaanlain.

3. Essel R. Dillavou, Sarjana Amerika Serikat, sebagaimana dikutip oleh Pratasius

Daritan,merumuskanserayamemberikankomentarbahwa,

Tidakadadefinisiyanglengkapyangdapatdiberikan untuksuatumerekdagang, secaraumumadalahsuatulambang,simbol,tanda,perkataanataususunankata-kata didalambentuksuatuetiketyangdikutipdandipakai olehseorangpengusahaatau distributoruntukmenandakan barang-barangkhususnya,dantidakadaoranglain mempunyaihak sahuntukmemakainyadesainatautrademarkmenunjukkankeaslian tetapisekarangitudipakaisebagaisuatumekanismeperiklanan.

Berdasarkanpendapat-pendapatsarjanatersebut, maupundariperaturanmerekitu sendiri,secaraumumpenulismengambil suatukesimpulanbahwayangdiartikandengan perkataanmerekadalahsuatutanda(sign)untukmembedakan barang-barangataujasa yangsejenis,jugasebagaijaminanatasmutunyadan digunakan dalam kegiatan perdaganganbarangataujasa.

 

1.2   Penggunaan hak merek

HakAtasMerekSebagaiHakKekayaanIntelektual

Samahalnyadengan hakciptadanpatensertahakataskekayaanintelektual lainnyamakahakmerekjugamerupakan bagiandarihakatasintelektual.Selaindari alasanyangtelahdisebutkan padabagianawaltulisanini,makakhususmengenaihak mereksecaraeksplisitdisebutsebagaibendaimmaterildalamkonsideransUUNomor15

Tahun2001tentang Merek(UUM2001)bagianmenimbangbutir a,yangberbunyi:

 

 

Bahwadidalameraperdagangan global,sejalandengankonvensi-konvensi internasionalyangtelahdiratafikasiIndonesia,perananmerekmenjadi sangatpenting, terutamadlam menjagapersainganusahayang sehat.

Merek produk barang atau jasa sejenis dapat dibedakan asal muasalnya, kualitasnyasertaketerjaminan bahwaprodukituoriginal.Kadangkalayangmembuat hargasuatuprodukmenjadimahalbukan produknya,tetapimereknya.Merekadalah sesuatuyangditempelkan ataudilekatkanpadasatuproduk,tetapiiabukanjenisproduk itusendiri.Merekmungkinhanyamenimbulkankepuasaan sajabagipembeli,benda materilnyalahyangdapatdinikmati.Merekitusendiri ternyatahanyabendaimmateril yangtakdapatmemberikanapapunsecarafisik,inilahyangmembuktikanbahwamerek itumerupakanhak kekayaanimmateril.

 

JenisMerek

UUMTahun2001adamengatur tentangjenis-jenismerek,yaitusebagaimana tercantumdalamPasal1butir2dan3adalahmerekdagangdanmerekjasa.Jenismerek lainnyamenurut Suryatindibedakanberdasarkanbentukdanwujudnya,antara lainyaitu:

1. Merek Lukisan(BellMark).

2. MerekKata (WorldMark).

3. MerekBentuk(FormMark).

4. MerekBunyi-bunyian(KlankMark).

5. Merek Judul(Title Mark).

lanjutnyaR.M. Suryodiningratmengklasifikasikanmerekdalamtigajenis,yaitu:

1. Merekkata yangterdiridarikata-katasaja.

2. Mereklukisanadalahmerekyangterdiri darilukisansajayangtidakpernah,setidak- tidaknya jarangsekalidipergunakan.

3. Merekkombinasikata dan lukisan, banyaksekali digunakan.

LebihlanjutProf.Soekardono,S.H.,mengemukakanpendapatnyabahwa,tentang bentuk atau wujud dari merek itu undang-undang tidak memerintahkan apa-apa, melainkanharusberdayapembeda,yangdiwujudkandengan:

1. Carayangolehsiapapunmudahdapatdilihat (BeelMark).

2. Merekdenganperkataan(WorldMark).

3. Kombinasidarimerekataspenglihatandarimerekperkataan.

 

PersyaratanMerek

Adapunsyaratmutlaksuatumerekyangharus dipenuhiolehsetiap orangataupun badan hukumyang ingin memakaisuatu merek, agar merek itu dapat diterimadan dipakaisebagai merek ataucap dagang,syarat mutlak yang harusdiepenuhiadalah bahwa merek itu harus mempunyaidaya pembedaanyang cukup. Dengankata lain perkataan,tandayangdipakaiiniharuslahsedemikian rupa,sehinggamempunyai cukup kekuataanuntuk membedakanbaranghasilproduksisesuatuperusahaanataubarang perniagaan (perdagangan)ataujasadariproduksiseseorangdenganbarang-barangatau jasayangdiproduksi olehoranglain.Karenaadanyamerekitubarang-barangataujasa yangdiproduksimejadidapatdibedakan.

Menurutpasal5UUMTahun2001merektidakdapatdidaftarkan apabila mengandungsalahsatu unsurdibawahini:

1. Bertentangandenganperaturanperundang-undanganyangberlaku,moralitasagama, kesusilaanatauketertibanumum.

2. Tidakmemilikidayapembeda.

3. Telah menjadimilikumum.

4. Merupakanketeranganatauberkaitandenganbarangataujasa yangdimohonkan pendaftaran.

 

1.3   Undang-Undang hak Merek

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek

Bagian Pertama
Umum

Pasal 1

Merek sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini meliputi Merek Dagang dan Merek Jasa.

Pasal 2

Hak atas Merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada pemilik Merek yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan sendiri Merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya.

 

Bagian Kedua
Merek yang Tidak Dapat Didaftar
dan yang Ditolak

Pasal 4

Merek tidak dapat didaftar atas dasar Permohonan yang diajukan oleh Pemohon yang beriktikad tidak baik.

Pasal 5

Merek tidak dapat didaftar apabila Merek tersebut mengandung salah satu unsur di bawah ini:

a.       bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, moralitas agama, kesusilaan, atau ketertiban umum;

b.      tidak memiliki daya pembeda;

c.       telah menjadi milik umum; atau

d.      merupakan keterangan atau berkaitan dengan barang atau jasa yang dimohonkan pendaftarannya.

Pasal 6

(1) Permohonanharus ditolak oleh DirektoratJenderalapabila Merek tersebut:

a.       mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan Merek milik pihak lain yang sudah terdaftar lebih dahulu untuk barang dan/atau jasa yang sejenis;

b.      mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan Merek yang sudah terkenal milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis;

c.       mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan indikasi-geografis yang sudah dikenal.

(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dapat pula diberlakukan terhadap barang dan/atau jasa yang tidak sejenis sepanjang memenuhi persyaratan tertentu yang akan ditetapkan lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

(3) Permohonanjuga harus ditolak oleh DirektoratJenderalapabila Merek tersebut:

a.       merupakan atau menyerupai nama orang terkenal, foto, atau nama badan hukum yang dimiliki orang lain, kecuali atas persetujuan tertulis dari yang berhak;

b.      merupakan tiruan atau menyerupai nama atau singkatan nama, bendera, lambang atau simbol atau emblem negara atau lembaga nasional maupun internasional, kecuali atas persetujuan tertulis dari pihak yang berwenang;

c.       merupakan tiruan atau menyerupai tanda atau cap atau stempel resmi yang digunakan oleh negara atau lembaga Pemerintah, kecuali atas persetujuan tertulis dari pihak yang berwenang.

 

KETENTUAN PIDANA

Pasal 90

Barangsiapadengan sengaja dan tanpa hak menggunakan Merek yang sama pada keseluruhannya dengan Merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksi dan/atau diperdagangkan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Pasal 91

Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan Merek yang sama pada pokoknya dengan Merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksi dan/atau diperdagangkan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah).

Pasal 92

(1) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan tanda yang sama pada keseluruhan dengan indikasi-geografis milik pihak lain untuk barang yang sama atau sejenis dengan barang yang terdaftar, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

(2) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan tanda yang sama pada pokoknya dengan indikasi-geografis

(3) milik pihak lain untuk barang yang sama atau sejenis dengan barang yang terdaftar, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah).

(4) Terhadap pencantuman asal sebenarnya pada barang yang merupakan hasil pelanggaran ataupun pencantuman kata yang menunjukkan bahwa barang tersebut merupakan tiruan dari barang yang terdaftar dan dilindungi berdasarkan indikasi-geografis, diberlakukan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2).

Pasal 93

Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan tanda yang dilindungi berdasarkan indikasi-asal pada barang atau jasa sehingga dapat memperdaya atau menyesatkan masyarakat mengenai asal barang atau asal jasa tersebut, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah).

Pasal 94

(1) Barangsiapa memperdagangkan barang dan/atau jasa yang diketahui atau patut diketahui bahwa barang dan/atau jasa tersebut merupakan hasil pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 90, Pasal 91, Pasal 92, dan Pasal 93 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

(2) Tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelanggaran.

Pasal 95

Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 90, Pasal 91, Pasal 92, Pasal 93, dan Pasal 94 merupakan delik aduan.

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 100

Dengan berlakunya Undang-undang ini, Undang-undang Nomor 19 Tahun 1992 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 14 Tahun 1997 tentang Merek dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 101 
Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

 

Sumber :

http://Fnurjannah.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/30824/Hak_Merek.pdf

http://infohakmerk.blogspot.com/2012/11/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s